melakukan Sosialisasi pengenalan penyakit yang bisa dicegah dengan Imunisasi yang dan yang berpotensi menjadi KLB/wabah.
Aug 24
Giat Rabu, 23 Agustus 2023 Dinas Kesehatan Kabupaten Demak melakukan Sosialisasi pengenalan penyakit yang bisa dicegah dengan Imunisasi yang dan yang berpotensi menjadi KLB/wabah.
Aug 23
Penyakit Tidak Menluar menjadi penyebab kematian dan kecacatan terbesar di Indonesia.
Penyakit Tidak Menluar menjadi penyebab kematian dan kecacatan terbesar di Indonesia.

Skrining Penyakit Tidak Menular terutama penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi ini ditujukan pada kelompok umur 15-59 tahun (usia produktif), karena adanya kecenderungan bahwa penyakit-penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi mulai menyerang usia yang lebih muda (>15 tahun).
Aug 19
Kaji banding Puskesmas Kragansatu I di Puskesmas Karangawen I
Dalam rangka mencapai Visi dan Misi Puskesmas, Puskesmas harus melakukan peningkatan mutu dan kinerja untuk mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kaji Banding dilakukan sebagai upaya berbenah menuju peningkatan pelayanan kesehatan.
Dalam akreditasi Puskesmas, kegiatan kaji banding diperlukan sebagai kesempatan untuk belajar dari pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan Administrasi Manajemen (Admen), Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Puskesmas dan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak untuk perbaikan kinerja masing-masing Puskesmas.
Kaji banding Puskesmas Kragansatu I di Puskesmas Karangawen I
Aug 11
Giat jumat, 11 Agustus 2023. Senam bersama Linsek di halaman Puskesmas Karangawen I.
Aug 03
Ikut meramaikan Demak Expo 2023. Ayo datang ke Demak Expo. Banyak stand yg wajib dikunjungi.
KBRN, Demak: Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop) Kabupaten Demak gelar Demak Expo 2023, 2-5 Agustus di Lapangan Tembiring. Promosi produk buatan masyarakat digelar untuk mengenalkan potensi ekonomi kreatif Kabupaten Demak.
Pameran untuk promosi produk UMKM, Demak Expo 2023, melibatkan Pemkab Demak, BUMN, BUMD, koperasi dan masyarakat. Serta ada sejumlah lomba dan hiburan yang dapat diikuti komunitas, pelajar, dan masyarakat umum.
Kepala Dindagkop Kabupaten Demak Iskandar Zulkarnain menjelaskan, expo untuk memperkenalkan produk-produk UMKM, potensi unggulan, serta hasil kemitraan BUMN dan BUMD di Kabupaten Demak. Puluhan bahkan ratusan produk dari usaha kecil dan menengah binaan Dindagkop UKM Demak akan ditampilkan.
“Pesertanya berasal dari pelaku UMKM, pengusaha, dan kemitraan. Kesempatan ini, semoga dimanfaatkan untuk sarana promosi, membantu ekonomi kecil dan menengah masyarakat Kabupaten Demak,” kata Iskandar, Selasa (1/8/2023).
Kreativitas masyarakat Kabupaten Demak bakal dipamerkan di Demak Expo 2023. Mereka (usaha kecil) juga dapat sekaligus menjalin kemitraan dengan BUMN serta BUMD.
“Saya berharap, Demak Expo 2023 menjadi promosi yang efektif untuk produk dan jasa dari para pelaku UMKM. Dan, bisa membuka peluang bisnis antara pelaku usaha dengan perbankan, atau BUMN maupun BUMD,” jelas Iskandar.
Aug 01
Frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue
Frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue. Infeksi ini biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk, seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Oceania.
Frambusia dikenal juga sebagai frambesia tropica atau patek. Penyakit ini bisa menular melalui kontak langsung dengan ruam pada kulit yang terinfeksi. Pada awalnya, frambusia hanya akan menyerang kulit. Namun, seiring berjalannya waktu, penyakit ini juga dapat menyerang tulang dan sendi.

Penyebab Frambusia
Frambusia atau yaws terjadi akibat infeksi bakteri Treponema pallidum pertenue. Bakteri penyebab frambusia dapat masuk ke dalam tubuh seseorang melalui luka terbuka atau goresan di kulit. Cara penularannya adalah melalui kontak langsung dengan ruam kulit pada penderita frambusia.
Meski sama-sama disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, frambusia tidak menular melalui hubungan seksual seperti halnya sifilis. Frambusia juga tidak ditularkan dari ibu ke janin pada masa kehamilan atau persalinan.
Bakteri Treponema jenis carateum juga merupakan penyebab penyakit pinta. Akan tetapi, gejala pinta lebih ringan daripada frambusia dan sifilis.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena frambusia, yaitu:
- Tinggal di negara endemik frambusia
- Berusia di bawah 15 tahun, terutama usia 6–10 tahun
- Tinggal di daerah dengan sanitasi yang buruk
- Mengalami kemiskinan
Gejala Frambusia
Gejala frambusia dibagi dalam beberapa tahapan, seperti dijelaskan berikut ini:
Tahap primer
Tahap ini muncul sekitar 2–4 minggu setelah penderita terpapar bakteri penyebab frambusia. Penderita akan mengalami ruam kulit serupa dengan stroberi. Ruam yang disebut mother yaw ini berwarna kuning dengan garis merah yang mengelilinginya.
Ruam frambusia dapat timbul di area kulit penderita yang terpapar bakteri, umumnya di kaki. Ruam tersebut tidak terasa sakit, tetapi gatal. Umumnya, mother yaw menghilang dengan sendirinya setelah 3−6 bulan.
Pada tahap ini, penderita juga dapat mengalami gejala lain, seperti demam, nyeri sendi, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Tahap laten
Pada tahap laten, penderita tidak mengalami gejala, tetapi bakteri tetap ada di dalam tubuh. Tahap ini muncul pada setiap pergantian tahap. Tahap laten dari primer ke sekunder berlangsung 6–16 minggu. Pada tahap ini, infeksi masih bisa ditularkan ke orang lain meski penderitanya tidak mengalami gejala.
Sementara itu, tahap laten dari sekunder ke tersier dapat berlangsung selama 5–15 tahun. Pada tahap ini, penderita tidak mengalami gejala apa pun dan tidak menularkan frambusia kepada orang lain. Namun, jika tidak ditangani, penderita akan memasuki tahap tersier.
Tahap sekunder
Pada tahap sekunder, ruam kulit dapat muncul di berbagai bagian tubuh, seperti kaki, lengan, wajah, dan bokong. Penderita juga dapat memiliki ruam kulit yang terasa nyeri di telapak kaki. Akibatnya, penderita mulai merasa sulit untuk berjalan dan mengalami perubahan pada gaya berjalan. Kondisi ini sering disebut dengan crab yaws.
Tahap sekunder juga mengakibatkan timbulnya peradangan pada lapisan terluar tulang (osteoperiostitis) dan pembengkakan jaringan di sekitar tulang jari-jari kaki. Peradangan ini juga dapat menimbulkan nyeri.
Jul 29
Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day/WHD)
Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day/WHD) berlangsung setiap tahun pada tanggal 28 Juli menyatukan dunia di bawah satu tema untuk meningkatkan kesadaran akan beban global virus hepatitis dan untuk mempengaruhi perubahan nyata. Pada tahun 2023 temanya adalah ‘Kami tidak menunggu”.

























Recent Comments